Presiden Joko Widodo Akan Berkunjung ke Ukraina dan Rusia

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sampai saat ini invasi Rusia ke Ukraina masing berlangsung, kedua negara tersebut saling serang satu sama lain.

Ditengah adanya konflik antara Rusia dan Ukraina, Presiden Joko Widodo justru akan mengunjungi kedua negara tersebut untuk bertemu dengan presiden Rusia dan Ukraina.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, pemerintah sangat memahami situasi konflik antara Rusia dan Ukraina yang sangat complicated.

Namun, Presiden Joko Widodo menjadi Presiden G20 serta menjadi anggota champion group dari Global Crisis Response Group.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo memilih untuk berkontribusi dalam adanya peperangan tersebut.

“Meskipun situsinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai Presiden G20 dan salah satu anggota champion group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB, Presiden Joko Widodo memilih untuk mencoba berkontribusi. Tidak memilih untuk diam,” ujar Retno Marsudi.

“Presiden Jokowi merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke dua negara tersebut,” sambungnya.

Retno Marsudi juga mengatakan bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia merupakan bentuk kepedulian terhadap isu kemanusiaan.

Mohammad Mahfud, selaku Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menampik rencana Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengan Volodymyr Zelenskyy Presiden Ukraina  dan Bladimir Putin Presiden Rusia.

“Ya itu agenda Presiden. Saya kira apa masalahnya? Kan cuma mau ketemu,” ujar Mohammad Mahfud.

 

Pengamanan Ekstra Ketat Presiden Joko Widodo

Joko Widodo on Twitter: "Sore ini saya ke Yogyakarta untuk kunjungan kerja esok hari. Saya hendak meninjau vaksinasi massal bagi para pekerja publik di sejumlah tempat di kota itu, dan -- ini

Mayjen TNI Tri Budi Utomo, selaku Komandan Pasukan Pengamanan Presiden/Paspampres mengatakan, pihaknya siap sedia untuk melakukan pengamanan ketat kepada Presiden Joko Widodo saat berkunujung di Rusia dan Ukraina.

Tri Budi Utomo mengatakan, akan ada 39 pasukan khusus yang profesional dan terlatih untuk mengamankan Presiden Joko Widodo.

Tri Budi Utomo menyebutkan pembagian 39 pasukan tersebut, 19 orang Tim Main Group/Pengamanan Utama, 10 Orang Tim Matan Penyelamat, 10 orang Tim Advance/Pendahulu.

“Serangan dan ledakan terjadi di seputaran Donetsk. Jauhlah dari Kiev,” ujar Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

Paspampres terdiri dari pasukan-pasukan khusus. Ada dari Kopassus Denjaka, Paskhas. Alhamdullilah tidak perlu khawatir. Kita Percaya diri,” sambungnya.

 

Dukungan dan Harapan Dari Ketua dan Anggota DPR

Presiden Jokowi Teken Keppres Tetapkan Wabah Covid-19 Bencana Nasional

Meutya Hafid, selaku Ketua Komisi I DPR mengatakan, Presiden Joko Widodo berencana akan berkunjung ke Ukarina dan Rusia pada akhir Juni 2022 ini.

Meutya Hafid juga mengatakan bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo merupakan bentuk dari dasar Indonesia yang imparsial serta mengedepankan musyawarah mufakat dan perundingan dalam penyelesaian sengketa.

“Mencerminkan posisi dasar Indonesia yang imparsial dan mengedepankan dialog dan perundingan dalam penyelesaian sengketa, ketimbang jalur militer dan peperangan,” ujar Meutya Hafid.

“Harus didukung bersama. Semoga Indonesia akan kembali memainkan peran signifikan dalam ikut serta menjaga perdamaian dunia,” ujar Sukamta, selaku Angota Komisi I DPR.

“Ini akan menjadi sejarah besar. Diharapkan bisa menjadi titik temu perdamaian dan stabilitas global,” ujar Ahmad Rizki, selaku Angota Komisi I DPR.

COMMENTS

Comments are closed.